Senin, 15 Juli 2013

Jumat, 23 November 2012

4. Simulator Network GNS3


A. Pengertian GNS3

GNS3 adalah sebuah program graphical network simulator yang dapat mensimulasikan topologi jaringan yang lebih kompleks dibandingkan dengan simulator lainnya. Program ini dapat dijalankan di berbagai sistem operasi, seperti Windows, Linux, atau Mac OS X.
Untuk memungkinkan simulasi lengkap, GNS3 memiliki beberapa komponen yaitu:

a. Dynamips

Dynamips merupakan software yang dibuat oleh Christophe Fillot. Software ini untuk mensimulaikan IOS router Cisco seri 1700, 2600, 3600, 3700, dan 7200. Dynamips dikembangkan untuk keperluan training, testing, eksperimen, dan menguji kualitas konfigurasi IOS pada router secara real. Software ini berbasis CLI dan tidak memiliki mode GUI sehingga harus memahami perintah-perintahnya. Dynamips mampu berjalan dibeberapa sistem operasi seperti linux dan windows.

b. Dynagen
Dynagen dibuat oleh Greg Anuzelli merupakan program front-end untuk dynamips yang berfungsi untuk menyederhanakan konfigurasi dynamips.

c.  Qemu
Untuk membuat suatu simulasi jaringan di GNS3 terkadang kita memerlukan keberadaan end user device untuk keperluan test koneksi end to end sehingga simulasi routing menjadi terasa lebih realistic. Qemu merupakan aplikasi emulator yang mengandalkan translasi binary untuk mencapai kecepatan yang layak saat berjalan di arsitektur komputer host. Dalam hubungannya dengan komputer host, Qemu menyediakan satu perangkat model yang memungkinkan untuk menjalankan berbagai sistem operasi yang belum dimodifikasi sehingga dapat ditampilkan dalam hosted virtual machine monitor. Qemu juga dapat memberikan dukungan percepatan modus campuran binary translation (untuk kernel code) dan native execution (untuk user code)

d. WinPCAP
WinPcap adalah tool standar yang digunakan pada industri untuk mengakses link-layer network pada lingkungan kerja Windows. WinPCap mengizinkan aplikasi untuk mengambil dan mentransmisikan paket-paket jaringan, serta mendukung kernel-level packet filtering, network statistics engine, dan remote packet capture.

e. VPCS
Merupakan emulator PC/node

Prinsip kerja dari GNS3 adalah mengemulasi Cisco IOS pada komputerAnda, sehingga PC Anda dapat berfungsi layaknya sebuah atau beberapa router bahkan switch, dengan cara mengaktifkan fungsi dari EthernetSwitch Card.
GNS3 dirilis dalam proyek open source dan tersedia dalam berbagai platform OS, seperti Windows, Linux dan MAC OSX.


B. Fitur-fitur yang didukung GNS3 antara lain:

Desain jaringan kualitas tinggi dan topologi jaringan yang kompleks.
Mengemulasikan berbagai platform Cisco IOS router, IPS, PIX dan ASA firewall, JUNOS.
Simulasi Ethernet sederhana, ATM dan Frame Relay switch.
Koneksi antara jaringan simulasi dengan jaringan yang sesungguhnya di dunia nyata.
Dapat dihubungkan ke jaringan fisik.
Dapat diintegrasikan dengan wireshark (tools packet capture/analyzer) untuk analisa traffic jaringan.

Kelebihan Menggunakan GNS3
Karena IOS nya adalah real, maka kita seakan-akan melakukan konfigurasi pada router sungguhan.
Kelebihan lain, GNS3 memungkinkan untuk menjalankan router high end (seri 3600, maupun 7200) yang tidak bisa dijalankan pada packet tracer.Pada GNS3 kita juga dapat menjalankan router Firewall(PIX).

Konfigurasi GNS3

a). Menambahkan IOS Image pada Device GNS3
IOS adalah sistem operasi yang digunakan pada  router Cisco. GNS3 membutuhkan image IOS untuk dapat mensimulasikan perangkat Cisco. Cara menambahkan Cisco IOS image ke dalam GNS3 dengan memilih menu Edit →IOS Image and Hypervisor.
Ø  Di bagian “image file”  klik kemudian cari IOS yang sudah di download
Ø  Di bagian platform pilih dan sesuaikan dengan IOS yang di browse tadi
Ø  Setelah itu klik “save” dan lakukan hal yang sama dengan platform yg lain
Ø  Setelah itu kita bisa melakukan drag atau klik router yang sudah kita isi IOSnya kebagian workspace
Ø  Kemudian hidupkan Router dengan cara klik tombol   yang berada pada toolbar emulation diatas.
Ø  Klik kanan pada Route
Ø  Salah satu kelemahan dari GNS3 adalah ia membutuhkan proses processor yang sangat besar, tapi hal ini dapat ditanggulangi dengan mengaktifkan fitur Idle PC. Maka klik Idle PC , maka akan tampil
Ø  Kemudian pilih nilai diantara item idle PC, lebih baik jika ada tanda ‘*’

b)  Membuat Topologi Jaringan

  • Drag router yang akan digunakkan,pada tutorial ini menggunakkan router versi c7200 dengan topilogi
  • Setting penggunaan slot port yang digunakkan pada router dengan cara klik kanan->configure->RI



  • Setting lan card yang akan digunakkan pada setiap host yang akan di sambungkan dengan cara double klik pada host yang akan disetting. Pilih C1 -> NIO Ethernet,pada Generic Ethernet NIO pilih Local Area Connection lalu klik Add -> OK




  • Ulangi langkah 2 untuk host CI namun pilihan pada tab Generic Ethernet NIO pilih yang “Virtualbox Host-Only Network” (Nb: Disini penulis memanfaatkan virtualbox untuk koneksi ke komputer jaringan lain)

  • Pasang kabel sesuai dengan tipe device yang akan dihubungkan 




  • Pasang sesuai kebutuhan dan sesuaikan dengan network yang akan dipakai pada host




  • Untuk setting cloud,double click pada icon cloud,untuk pilihan “Generik Ethernet NOI” pilih Local host -> Add -> lalu klik OK



  • Sehingga didapat topologi seperti gambar dibawah ini :


c)  Konfigurasi Pada Router 1

1. Double klik pada router 1,maka akan muncul tampilan seperti berikut :
2. Selanjutnya lakukan settingan sebagai berikut :

Router>enable Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z
Router#configure terminal
Router(config)#hostname sisjar
sisjar(config)#banner motd #Praktikum Dasar Jaringan#
sisjar(config)#enable secret c204 
Router(config)#interface fastEthernet 1/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface fastEthernet 1/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.5 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown
3. Siapkan virtual box yang sudah terinstall OS XP dan beri IP 192.168.1.6/30 dengan default gateway 192.168.1.5 pada network VirtualBox
4. Setting IP OS main dengan IP 192.168.1.2/30 dengan default gateway 192.168.1.1/30
5. Ping 192.168.1.1 dari OS pada virtualbox

Referensi : http://www.gns3.net/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar